MONITORING DAN PULBAKET TERHADAP ANGGOTA KPU KABUPATEN SUMBA BARAT

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

MONITORING DAN PULBAKET TERHADAP ANGGOTA KPU KABUPATEN SUMBA BARAT

Redaksi
Jumat, 03 Juli 2020
MONITORING DAN PULBAKET TERHADAP ANGGOTA KPU KABUPATEN SUMBA BARAT DALAM RANGKA TAHUN 2020

Global:Mus
Sumba Barat - globalinvestigasinews.com

Kamis Tanggal 2 Juli 2020 Bertempat di Kantor KPUD Sumba Barat Jl. Adhyaksa kelurahan Sobawawi Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat Monitoring dan PulBaket.

Kegiatan Monitoring dan PulBaket ini Berdasarkan Perintah Lisan Komandan Kompi Iptu. Jonny Martin melalui Handphone Kepada Anggota Unit IntelMob Ki 4 Yon A Por Wilayah Hukum Res SBBRIPKA Tasrif Yasin,Untuk berkoordinasi dengan anggota KPUD Sumba Barat terkait Pilkada Kabupaten Sumba Barat Tahun 2020.

Hasil PulBaket kepada anggota Komisioner KPUD Sri Demu ALEMINA BR.Banu SE.Dan Teguh Raharjo yaitu"Peraturan KPU RI No 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU No 15 Tahun 2019 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sumba Barat Tahun 2020.

Pengumuman pendaftaran pasangan calon tanggal 28 Agustus 2020 S/d 3 September 2020, pendaftaran pasangan calon tanggal 4 September 2020 S/d 6 September 2020. Verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon Tanggal 4-6 september 2020, penetapan pasangan calon (Penetapan Pasangan Calon Dan Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon) Tanggal 23-24 September 2020.
 
Mulai masa kampanye tanggal 26 September s/d 5 Desember 2020, pelaksaan pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020. Perhitungan suara dan rekapitalisasi hasil perhitungan suara tanggal 9 Sd 26 Desember 2020. Penetapan calon terpilih, penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil pemilihan, pengusulan pengangkatan pengesahan calon terpilih, evaluasi dan pelaporan tahapan," jelasnya.

Untuk sementara pilkada serentak ini di laksanakan di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia, pada tanggal 9 Desember 2020 dan apabila ada musibah besar dan kejadian bencana alam daerah akan menunggu keputusan KKPU RI.

Pada setiap TPS hanya di perbolehkan 500 orang pemilih dan tetap mengikuti protokol kesehatan (cuci tanganangan, jaga jarak, pakai masker dan membawa Hand sanitizer," imbuhnya.