Rapat untuk Menyamakan Persepsi Terkait Tradisi Adat Kawin Tangkap

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Rapat untuk Menyamakan Persepsi Terkait Tradisi Adat Kawin Tangkap

Redaksi
Rabu, 01 Juli 2020
RAPAT PERSAMAAN PERSEPSI TERKAIT TRADISI ADAT KAWIN TANGKAP

Tambolaka SBD - GlobalInvestigasinews.com

Pada 30 Juni 2020 bertempat di Lopo Rujab Bupati,desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka,Kabupaten SBD,telah dilaksanakan Rapat untuk Menyamakan Persepsi terkait tradisi adat Kawin tangkap di Kabupaten SBD yang di hadiri oleh Tokoh adat dan LSM 

Acara tersebut hadir 
Bupati SBD dr.Kornelis Kodi Mete,Dandim 1629/SBD Letkol Inf. Laode M. Sabarudin,Kapolres SBD AKBP Yoseph F. H. Mandagi,Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat 

Penyampaian presepsi terkait kawin tangkap disampaikan pertama Tokoh adat wewewa:
-Kami di wewewa kalau ingin menghentikan budaya tersebut,kami juga bersedia walaupun ini adalah budaya. 
-Kami masyarakat wewewa tidak ada yang berani melakukan kawin tangkap tanpa seijin dari ke 2 keluarga. 
-Parang yang di cabut pada video tersebut bukan untuk membunuh, tapi itu tindakan bahagia yang di lakukan oleh masyarakat Sumba,"ungkap Tokoh adat

Selanjutnya Kapolres SBD menyampaikan
Di desa ada tiga pilar desa yaitu kades, babinsa,babin,gunakan 3 pilar desa sebelum melaporkan ke polres dan jangan laporannya nanti penculikan tapi laporan hilang hewan,"kata kapolres

Sementara LSM Donder mejelaskan pula Kejadian seperti ini harus adanya sinkronisasi antara hukum pidana dan hukum adat.Perlu menjelaskn bagaimana perlindungan pada perempuan dan anak secara kongkrit.

Bupati dr.Cornelis Kodi Mete mengungkap bahwa Deklarasi kita akan sama-sama kita tahu itu,dan kita juga harus sosialisasi sehingga masyrakat bisa mengetahuinya,"tutup bupati Cornelis

penutup Ibu Berta mengatakan Segala bentuk kekerasan ya g di lakukan dengan di pertontonkan tidak bisa di terima.Perlu ada rekonsiliasi proses sehingga bisa menjadi bsgian yang positif bagi orang sumba,"tandas Berta

Kegiatan berjalan aman dan lancar dan pada tanggal 02 Juli 2020 kita akan bersama-sama menandatangani nota kesepakatan antara 4 Kabupaten di Pulau Sumba yang akan di lakukan di Kabupaten Sumba Timur.