Cerita Pilu Pasien RSU DRS Haryoto -->
POPULER

Cerita Pilu Pasien RSU DRS Haryoto

Kamis, 22 Oktober 2020, 18.22 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter


Cerita Pilu Pasien RSU DRS Haryoto

globalinvestigasinews.com
Lumajang,22/10/2020 - Berawal aduan masyarakat Atas nama Saiful yang beralamat Desa.Gencono Kec.Senduro yang merasa di pimpong oleh pihak RSU Drs.Haryoto yang dirujuk ke salah satu rumah sakit di Malang tanpa membawa hasil laboratorium yang valid yang divonis tumor ganas (Nasuvaring).Awak media globalinvestigasinews.com sempat konfirmasi kepada Direktur Rumah sakit.Haryoto namun beliau tidak ada di tempat sehingga  ditemui Wakil Direktur dan timnya,"iya,memang tidak diberikan foto hasil laboratorium,hanya saya kasih surat rujukan,dalam pemeriksaan itu dikira kira dimana ada penyakitnya,disitu kita periksa. ujarnya (21/10/20)

Ketika saya  (saiful )berangkat ke Malang demi memperjuangkan istri saya dan rujukan dari RS.Haryoto hanya dikasih surat lembaran tanpa ada hasi laboratorium dan hasil scan yang valid akhirnya saya ditolak oleh RS Saiful Anwar Malang dan saya masih harus mulai dari awal lagi untuk pemeriksaan saya sangat kecewa dan merasa dipimpong,berarti percuma saja kemarin diperiksa di RSU .Haryota tidak bisa memberikan data yang valid.

Masih menurut saiful selaku suami dan yang mendamping pasien,di RSU Hariyoto Lumajang hanya di ambil semple atau diperiksa dari leher saja,namun pernyataan Dokter malang pemeriksaan itu tak cukup dari bagian leher tapi harus dari hidung, yang merupakan selang kecil dilengkapi dengan kamera. Alat itu nantinya akan dimasukkan ke dalam nasofaring melalui hidung. Kamera pada alat ini berfungsi untuk menghasilkan gambaran kondisi di dalam nasofaring. dan akhirnya saya harus Pulang dan dumulai pemeriksaan awal di RS Saiful Anwar Malang.

Apakah alat nasofaring yang hanya sekedar memeriksa dan mengambil gambar tidak ada di RSU .Haryoto Lumajang apa karena ketidak seriusan menangani pasien,
Seharus ketika pasien di vonis penyakit apa saja apalagi tumor ganas seharusnya ada pembuktian seperti foto hasil scan dan hasil pemeriksaan yang valid,untuk keterangan rujukan kerumah sakit lain nya. katanya dokter itu memperjuangkan orang sakit lah kok malah dibuat Pimpong !??bersambung (*tim)

Sedang Populer