Penambang Ilegal Ali Rahmadsyah (Mamat) Resmi Dilaporkan Ke Polisi -->
POPULER

Penambang Ilegal Ali Rahmadsyah (Mamat) Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Kamis, 24 Desember 2020, 16.22 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter



Penambang Ilegal Ali Rahmadsyah (Mamat) Resmi Dilaporkan Ke Polisi

Simalungun, 24/12/2020
globalinvestigasinews.com

Seorang Perangkat Desa (Gamot) di Nagori Timbaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun resmi dilaporkan ke pihak berwajib atas perbuatannya yang melanggar Undang Undang Republik Indonsia No. 4 tahun 2009 tentang  pertambangan ilegal dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp. 10 Milyar.


Ali Rahmadsyah seorang perangkat Nagori (desa) yang bertugas sebagai Gamot (kepala dusun) di Nagori Timbaan, Kacamatan Bandar, Kabupaten Simalungun telah berbuat melawan hukum dengan melakukan penambangan batu alam di sungai alam yang berada di Nagori Timbaan.

Hal ini di jelaskan pihak pelapor yaitu Simon Nainggolan. Di halaman Mapolres Simalungun, Simon Nainggolan yang ditemui awak media setelah membuat laporan resmi ke polres simalungun mengatakan, "Kita dari Topan - Ri  Sumatera Utara benar telah melaporkan secara resmi saudara Ali Rahmadsyah Ali alias Mamat yang diketahui sebagai perangkat desa di Nagori Timbaan, kecamatan Bandar, kabupaten Simalungun. Kita lapor beliau karena menurut investigasi team kita bahwa Ali Rahmadsyah dengan sengaja telah melakukan penambangan dengan menggali batuan alam yang berada di aliran sungai alam di nagori timbaan. Selanjutnya Ali Rahmadsyah menjual batu tersebut ke pihak perusahaan Hutahean untuk bahan membuat bronjong di tepi sungai".

Lanjut Simon, dari hasil konfirmasi kami kepada pihak Pangulu ( kepala desa ) Nagori timbaan, dapat dipastikan bahwa penambangan batu alam yang dilakukan oleh Ali Rahnadsyah tidak memiliki izin resmi alias ilegal. Ditambah lagi kegiatan penambangan batu alam ilegal yang dilakukan Ali Rahmadsyah dengan jelas dan sengaja untuk di komersilkan. Bukan hanya sebagai penambangan ilegal, Ali Rahmadsyah telah melakukan pengerusakan fisik sungai yang akan berpengaruh pada ekosistem sungai, ungkap Simon.

Setelah sebelumnya berkordinasi dengan pihak polda dan langsung kordinasi dengan Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo S.I.K, kita berharab pihak polres Simalungun dapat segara proses hukum pelaku karena dikawatirkan pelaku melarikan diri. Bukan hanya pelaku penambang, perlu juga diproses hukum pihak penerima atau penadah batu hasil kejahatan dan atau tambang ilegal. 

Terkait hal pembuatan bronjong di tepi sungai, pihak Topan - Ri Sumut masih berkordinasi dengan dinas lingkungan hidup kabupaten Simalungun, karena dari investigasi awal pembuatan bronjong tersebut diduga tanpa izin. Kita lihat bronjong yang dibuat tersebut mengakibatkan menyempitnya aliran sungai. Dan menurut informasi masyarakat setempat, ada aliran yang ditutup oleh pihak perusahaan. Jadi kita akan kaji lebih jauh, jelas Simon.

Dari hasil amatan awak media di lokasi penambangan ilegal terlihat bahwa ada pulau batu ditengah aliran sungai yang sebelumnya bervolume lumayan besar, dan saat ini telah mengecil dan tampak bekas cungkilan batu yang di gali. Bukan hanya itu, di tepi sungai tepatnya pada bibit aliran sungai juga ada bangunan berupa bronjong dan adanya timbunan tanah yang dilakukan oleh alat berat di bibir sungai.

Sampai berita ini di turunkan ke redaksi, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo S.I.K yang di konfirmasi via whatsApp belum menjawab konfirmasi awak media terkait laporan penambangan ilegal.
(ID)

Sedang Populer