Ramah Tamah Bersama Deputi Kemenparekraf RI -->
POPULER

Ramah Tamah Bersama Deputi Kemenparekraf RI

Kamis, 24 Desember 2020, 07.38 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter



Ramah Tamah Bersama Deputi Kemenparekraf RI

Mamuju Sulbar - globalinvestigasinews.com

Sekprov Sulbar Muhammad Idris menggelar ramah tamah sekaligus jamuan makan malam bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Hari Santosa Sungkari, di Rujab Sekprov Sulbar, Selasa 22 Desember 2020.


Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, sektor pariwisata yang belum terlalu leading merupakan problem yang dirasakan di Sulbar sebagai provinsi yang baru.

"Sulbar adalah daerah baru dan problem yang kita rasakan ini di  sektor pariwisata yang belum terlalu leading. Kalau kita sebutkan leading adalah jumlah destinasi, jumlah kunjungan,"ucap Idris


Lebih lanjut, Idris mengatakan, provinsi yang baru berusia 16 tahun ini memiliki enam kabupaten, 575 desa, 38 kelurahan. Tetapi, dalam RPJP Pemprov Sulbar menetapkan Mamasa sebagai sektor pusat pengembang wisata dan memang tempat wisatawan.


‘’Mamasa ini belum terlalu berkembang karena berbagai faktor, untuk itu kami sekarang mencoba mengatasi kesenjangan infrastruktur sebagaimana aksesibilitas kemudian sportifitas. Kita ini masih butuh dukungan yang besar,"tutur Idris


Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI, Hari Santosa Sungkari mengatakan, di dalam pariwisata yang dijual adalah pengalaman, tetapi pengalaman itu disusun sehingga wisatawan nyaman melakukan itu. 


"Tempat-tempat destinasi setelah kita mengenali kekuatannya, dibuatkan story telling atau cerita baik berbentuk sains atau hikayat, tapi harus diceritakan dengan konsisten agar menarik. Jadi tolong kepala-kepala dinas dibuatkan seperti itu, kalau bisa nanti kita bantu membuat story telling,"ucap Hari Santosa

Mengenai budaya, Hari Santosa menekankan,  hal itu harus dibungkus ulang karena budaya pada awalnya untuk upacara adat, dan untuk wisatawan juga dibungkus ulang karena wisatawan tidak mendalami adat tetapi bagi mereka adalah suatu hiburan. 
"Tetapi jangan melupakan kearifan lokal, seperti pakaiannya, lagunya tentunya bisa dibantu dengan teknologi, animasi atau lighting yang bagus,"katanya

Namun yang paling penting, kata Hari Santosa, adalah pemberdayaan masyarakat baik sebagai

Sumber .Humas provinsi

Banget Rus........

Sedang Populer