Kasus Dugaan Korupsi Di PT Persero ASDP Berlanjut Ke Komisi Pemberantasan Korupsi -->
POPULER

Kasus Dugaan Korupsi Di PT Persero ASDP Berlanjut Ke Komisi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 22 Januari 2021, 21.15 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter



Globalinvestigasnews.co.id
Jumat, 22/02/2021


Kasus Dugaan Korupsi Di PT Persero ASDP Berlanjut Ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Hal ini ditegaskan A Fauzi selaku Dir Investigasi dan Kominfo BPI KPNPA RI, "terkait dengan adanya temuan dari Tim Investigasi di lapangan dan berhasil terkumpul data data terkait adanya kerugian keuangan negara Miliaran Rupiah ada beberapa saksi yang mengetahui adanya permainan di PT ASDP, siap memberikan kesaksian dalam pemeriksaan Tim KPK  dari data dan saksi yang di temui oleh Tim Investigasi semakin menguatkan bahwa terjadi adanya indikasi korupsi di tubuh direksi PT ASDP (Angkutan Sungai dan Pelabuhan)", jelasnya


Adapun data yang berhasil didapat antara lain :

1. Dalam Pungutan Asuransi Tanggung Jawab Pengangkutan (ATJP)
2. Masalah Tata Kelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) 
3. Laporan keuangan dalam pembelian kapal ASDP
4. Kebijakan yang tidak direncanakan dan  keterbukaan informasi
5. Permasalahan lelang kapal  Ferry di ASDP dan beberapa temuan lainnya kesemua data data tersebut sudah masuk di KPK dan sudah  mendapatkan perhatian dari Dumas  Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dengan sudah adanya tindak lanjut dari KPK terhadap Pengaduan yang di laporkan oleh BPI KPNPA RI, nampaknya tidak terlalu lama akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa nama yang masuk dalam data adanya kerugian keuangan negara di PT ASDP dan kami meminta kepada Menteri BUMN untuk melakukan pembenahan dan bersih bersih terhadap Direksi BUMN nakal dan terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, bila ada tindakan tegas dari Kementrian maka disemua lini usaha BUMN dapat teratasi dan Direksi tidak akan bermain main lagi dalam penggunaan Anggaran, dimana Negara banyak  mengalami kerugian keuangan untuk itu BPi KPNPA RI akan kawal kasus tersebut sampai lanjut ke Persidangan.

(*)

Sedang Populer