Penjelasan Terkait Meninggalnya Bapak Yohanis Piro Mete -->
POPULER

Penjelasan Terkait Meninggalnya Bapak Yohanis Piro Mete

Rabu, 13 Januari 2021, 10.53 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter



Penjelasan Terkait Meninggalnya Bapak Yohanis Piro Mete

Sumba Timur - GlobalInvestigasinews.Com

Hari Rabu 13 Januari 2020 pkl 09.37 wita bertempat di Ruang Aula Setda Sumba Timur, Jln.Suharto, No.42, Kel Matawai,Kec.Kota Waingapu, Kab.SumbaTimur terkait Klarifikasi terkait pemakaman pasien Covid 19 yang meninggal beberapa hari yang lalu, yang hadir - + 30 orang.


Turut hadir pemakaman Yohanis Piro Mete diantaranya,Setda ST,Dandim 1601/ST,Kapolres ST,Derektur RSUD,Kadis Dinkes ST,Kadis Sosial ST,Asisten Setda T,Pihak keluarga Korban Covid 19  Kodi Sumba Barat  Daya beserta juru bicara keluarga.

Pertanyaan pihak keluarga dalam pertemuan kepada pihak Satgas Covid yaitu"Pihak keluarga Menanyakan kepada pihak Satgas Covid Sumba Timur tentang kejelasan terkait meninggalnya Bapak Yohanis piro mete yang di hubungkan dengan terinveksi Covid 19.

Berapa lama seseorang di nyatakan positif Covid 19 sampai keluar hasil.

Setelah Almarhum di nyatakan positif dan meninggal apakah masyarakat setempat akan di laksanakan pemeriksaan.

Kapan kiranya jasad almarhum di pindahkan ke Kodi ( Kampung besar ) Sumba barat Daya akan di laksanakan penguburan secara adat.

Jawaban dari pihak Direktur RSUD Sumba Timur:
Almarhum adalah pasien tetap RSUD ST, dalam rangka mencuci darah  seminggu 2 kali cuci darah dan sudah berlangsung selama 6 bulan.

Dalam pemeriksaan terakhir Almarhum mengalami radang paru paru,dan setelah di lakukan pemeriksaan melalui tes cepat almarhum di nyatakan positif Covid 19,melalui protap yang ada sesuai standar kesehatan.
Almarhum terinfeksi Covid 19 karena daya tahan tubuh ( Anti body) dari almarhum yg sudah sangat menurun.

Kenapa Almarhum tidak di berikan kepada keluarga untuk melakukan pemakaman secara adat karena penyakit ini adalah penyakit menular dan sesuai standar Protokol kesehatan mayat yang meninggal Covid 19 batas paling lama adalah 4 jam harus sudah di kuburkan sesuai aturan yang ada.

Sampai saat ini belum ada aturan yg mengatur terkait mayat yang sudah di kuburkan oleh petugas Covid 19 untuk di pindakan ke pemakaman umum atau keluarga

Keluarga yang mendampingi atau kontak selama 2 Minggu sebelum meninggal sudah di lakukan pemeriksaan sesuai standar Protkes yang ada.

Sampai saat ini tidak benar kalau pihak kesehatan/ Rumah sakit sembarangan mengCovidkan orang.

Penyampaian Dandim 1601/ST Letkol Czi Dr.Dwijoko Siswanto,SE.M.I.Pol selaku Wakil ketua Satgas Covid 19 ST.
Satgas mengambil keputusan tdk serta merta mengeluarkan keputusan, dan keputusan yg di keluarkan sudah melalui prosedur yang berlaku

Terkait Covid 19,yang sangat berpengaruh adalah penyakit penyerta lainnya seperti Asma/ Sesak napas,Batuk, ginjal dan lainnya

Apa yang di jelaskan oleh Direktur RSUD ST sudah sesuai aturan yg ada dan permasalahan ini tidak hanya terjadi di Sumba Timur tetapi hal serupa terjadi di seluruh Indonesia bahkan Dunia,"jelas Dandim

Adapaun hasil keputusan rapat pihak keluraga menerima dan memahami pemaparan dari Direktur RSUD ST dan tidak akan menuntut secara hukum kepada Tim Covid 19 Sumba Timur.**Mus-Global)****

Sedang Populer