Polres Merangin Fasilitasi Rakor Ketahanan Pangan, Gas LPG 3Kg Dan Pupuk Bersubsidi -->
POPULER

Polres Merangin Fasilitasi Rakor Ketahanan Pangan, Gas LPG 3Kg Dan Pupuk Bersubsidi

Jumat, 15 Januari 2021, 15.45 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter



Polres Merangin Fasilitasi Rakor Ketahanan Pangan, Gas LPG 3Kg Dan Pupuk Bersubsidi

Merangin, Globalinvestigasinews.com
15/01/ 2021

Bertempat di Aula Mapolres Merangin yang dihadiri, oleh Kapolres Merangin, Dandim Merangin diwakili oleh Pasiter, Kajari Merangin yang diwakili kasat Intel, Kadis Koperindag, Pertamina Jambi, Dinas Pertanian, LPKNI Merangin, dan Beberapa OPD Kabupaten Merangin.


Dalam rakor ini beberapa permasalahan yang sedang hangat dibicarakan di bahas dan dicarikan solusi untuk segera di laksanakan agar masyarakat tidak menjadi korban dan dampak dari permasalahan ini. 

Didahului paparan oleh Kapolres Merangin AKBP Andy P. terkait permasalahan yang ada dan butuh penanganan segera. Dalam forum, H. Sukarlan, SE selaku ketua LPKNI Merangin. Menyampaikan sekelumit hasil investigasi LPKNI bersama Global Investigasi News. Diantaranya permasalahan ini adalah mahal dan langkanya gas elpiji 3Kg, Pangkalan menjual diatas HET dan adanya " Pangkalan Siluman".

Kadis Koperindag menyampaikan kalau pihaknya  sedang menggodok kartu kendali untuk si Melon, supaya tepat sasaran. " Kita akan buat kartu kendali, agar elpiji 3Kg ini tepat sasaran", kata Ladani selaku Kadis Koperindag. 

Pihak Pertamina sendiri, melalui Riza SBM Pertamina menyampaikan akan ada penambahan Agen baru, hal ini ntuk mengatasi Kelangkaan gas melon.

Untuk Pupuk Subsidi, dikatakan Zainal Abidin Perwakilan dari dinas Pertanian Merangin, mengatakan sudah tepat sasaran dan sesuai aturan yang berlaku, "Apabila ditemukan kejanggalan dilapangan silahkan lapor kepihak kita". Ujarnya. 

Dalam kesempatan ini, Kajari Merangin melalui Kasi Intel menyampaikan jika ada oknum atau pelaku usaha yang melanggar aturan, akan dijerat dengan undang undang migas, bekerjasama dengan pihak Kapolres Merangin.


Media ini menanyakan dalam forum Rakor, mengenai adanya Asosiasi Pangkalan dan langsung ditanggapi oleh pihak Pertamina, "kami dari pihak Pertamina tidak mengetahui adanya Asosiasi tersebut". Padahal jelas, dari hasil investigasi LPKNI Merangin bersama Media Global Investigasi News hampir semua pangkalan berdalih " Salah satu faktor mengapa kami menjual diatas HET karena adanya iuran untuk Asosiasi dan adanya permainan agen", ujar  WHN salah seorang pemilik pangkalan di Renah Pamenang. 

Dikatakan Sukarlan, selaku ketua LPKNI Merangin "Tidak Efisiensinya kinerja LP3 LPG, sehingga dilapangan sering kecolongan oleh pelaku usaha liar." imbuhnya. 

Dalam rangkuman hasil Rakor tersebut Kapolres Merangin menyampaikan akan selalu berkoordinasi dengan semua pihak sehingga apa yang menjadi hak masyarakat akan tersampaikan, dalam hal ini gas LPG dan pupuk subsidi. Masih kata Kapolres, " Kedepannya kita akan selalu melakukan rakor ini guna mengevaluasi apa yang menjadi kendala dan temuan dilapangan, setidaknya 3 bulan sekali," tutupnya.
( HD + Global )

Sedang Populer