Pelaksanaan event keagamaan seperti MTQ Ke-I di Negeri Kailolo
POPULER

Pelaksanaan event keagamaan seperti MTQ Ke-I di Negeri Kailolo

Minggu, 21 Februari 2021, 21.26 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter


Ambon, Maluku - Pelaksanaan event keagamaan seperti Musabaqoh Tilawatil Qur'an ( MTQ ) Ke-I di Negeri Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu malam ( 20/02/2001 ). Mempunyai peran yang strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual bangsa, karena masalah moral atau mental spiritual bangsa akan sangat menentukan masa depan negeri dan peradaban bangsa.

Atas peran yang strategis tersebut, Gubernur Maluku dalam sambutannya saat menghadiri MTQ Ke-I di Negeri Kailolo, menyampaikan beberapa pesan dan harapan.

Pertama, pembangunan akhlak melalui MTQ adalah bagian dari pembangunan rohani yang bertujuan untuk mendorong masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam membangun sumber daya manusia, sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif didalam negeri sendiri, maupun dengan negeri tetangga.

"Selaku Gubernur Maluku, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi tinggi kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan MTQ ini. Semoga menjadi contoh bagi desa dan negeri lain di Maluku, dalam membumikan isi kandungan Al-Qur'an sehingga melahirkan generasi Islami yang berkarakter Qur'ani yaitu yang memegang teguh Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW," kata Gubernur.

Pesan kedua, lanjut Gubernur, penyelenggaraan MTQ juga merupakan salah satu program pemuda negeri Kailolo di bidang keagamaan, yang mempunyai nilai starategis dalam mendukung program pemerintah, guna meningkatkan SDM generasi muda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. "Ketiga, para peserta MTQ diharapkan dapat mempertajam kemampuan membaca Ayat Suci Al-Quran agar apa yang saudara peroleh dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya pada pelaksanaan MTQ di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional," lanjutnya.

Pesan keempatnya, kepada pengurus LPTQ Kabupaten dan Provinsi Maluku untuk memberikan perhatian serius pada pelaksanaan MTQ pada tingkat desa atau negeri, guna menanamkan dan membina kecintaan bagi generasi Islam terhadap Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

"Pelaksanaan MTQ ini harus menjadi tanggung jawab bersama baik untuk LPTQ Kabupaten maupun Provinsi dan para Dewan Hakim, dalam upaya pembinaan dan pengembangan generasi muda. Berlombalah dengan penuh semangat juang dan sportivitas, serta tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan sesama peserta MTQ," pesan Gubernur.

Mantan Dankon Brimob Polri itu mengatakan, dengan adanya keramat-keramat para Aulia di negeri Kailolo, menandakan bahwa negeri ini dibangun dengan dasar agama Islam yang sangat kuat.

"Budaya Negeri Kailolo sangat bernuansa Islami. Konon kabarnya, Islam di negeri ini dibawa langsung oleh cicit Rasulullah yaitu Ali Zainal Abidin bin Husain bin Abi Thalib. Dimana diatas bukit negeri ini, terdapat keramat Ahlul Bait-Nya Rasulullah SAW dan Aulia Syekh Malik Maulana Ibrahim dan sembilan Wali Songo yang datang menyebarkan Islam di tanah Jawa," katanya.

Menurut Gubernur, para penyebar Islam itu datang untuk menyebarkan kebenaran Al-Qur'an. Untuk itu, dengan membentuk MTQ ini, Gubernur mengajak masyarakat Kailolo untuk membangkitkan rasa cinta kepada Al-Qur'an sekaligus memaknai dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Insya Allah akan mendatangkan keberkahan untuk negeri ini, dan kedepan orang akan mengenal negeri Kailolo sebagai negeri yang religius," ajaknya.

Sementara itu, ketua LPTQ Maluku, Muhammad Marasabessy, mengatakan, sebagai ketua LPTQ Maluku dan sebagai anak negeri Kailolo dirinya menyambut gembira dan mengapresiasi keinginan masyarakat untuk menyelenggarakan MTQ di negeri Kailolo yang baru pertama dilaksanakan ini.

"Niat baik ini, semoga menjadi barokah untuk negeri kita ini, dan bisa menumbuh-kembangkan rasa cinta kepada Al-Qur'an. Insya Allah kedepan Kailolo bisa melahirkan qori'-qori'ah terbaik Maluku," harap Marasabessy yang juga Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku ini.

Mantan Kepala Balai Sungai Wilayah Maluku ini menambahkan, pada pelaksanaan MTQ tingkat Nasional tahun 2020 di Sumatera Barat lalu, Provinsi Maluku berhasil berada di posisi ke tiga.

"Ini baru pertama kali terjadi, dan semua ini berkat dukungan dari bapak Gubernur yang selalu memberikan perhatian, semangat dan motivasi kepada para khafilah-khafilah. Bahkan bapak Gubernur juga datang ke arena MTQ Nasional untuk memberikan dukungan kepada para khafilah asal Maluku," ungkapnya.

Pelaksanaan MTQ Ke-I di Negeri Kailolo berlangsung di Mesjid Nandatu Sahapory Negeri Kailolo. MTQ ini mengusung tema "Dengan semangat MTQ kita tingkatkan minat baca dan bahan Qori'-qori'ah di negeri Kailolo menuju generasi Qur'an yang unggul cerdas dan berakhlak mulia."

Terdapat 12 cabang mata lomba, diantaranya, tujuh lomba inti dan lima lomba tambahan. 12 mata lomba tersebut adalah Tilawatil Qur'an, Khat Qur'an, Tartil, Fahmil Qur'an, Syahril Qur'an, Hifzil Qur'an, menulis makalah ilmiah Qur'an, sholat berjamaah, puisi Islami, bacaan berjanji, Da'i cilik dan Adzan.

Jumlah peserta yang mengikuti 12 cabang lomba tersebut, sebanyak 160 peserta dari lima Taman Pengajian Al-Qur'an ( TPA ) yang ada di negeri Kailolo, ditambah kategori umum para peserta dari Kota Ambon dan Masohi.

MTQ ini turut dihadiri Sekda Maluku, Kasrul Selang, Bupati Abua Tuasikal, Komisaris Utama Bank Maluku Sam Latuconsina, serta OPD Kabupaten Maluku Tengah, Kemenag Maluku, LPTQ Maluku, para tokoh Agama, Tokoh Adat, masyarakat, Alim-Ulama negeri Kailolo, serta dari negeri tetangga di Pulau Haruku.

Sumber : Nkripost.com

Sedang Populer